Jatah Kursi Ketua DPRD Lamongan
Dianggap 'Boneka' Dinasti Fadeli
Lamongan - Kursi Ketua DPRD Kabupaten Lamongan diperkirakan
akan diisi kader Partai Demokrat. Namun, perebutan kursi ketua dewan tersebut
menjadi perbincangan hangat, karena siapa yang mengisinya diisukan sebagai
'boneka' fadeli (Bupati Lamongan).
Awalnya ada 3 nama kader Demokrat untuk mengisi Ketua DPRD Lamongan yakni Debby
Kurniawan (kadindat kuat), Kaharudin dan Sanditya Davis. Namun, Debby Kurniawan
anak dari Bupati Lamongan seolah namanya mulai tenggelam kalah saing dengan
Kaharudin.
"Ini sangat menguntungkan bupati yang notabene bapak dari Debby. Sehingga
Debby maupun kedua kadindat akan dengan mudah dikompromikan," ujar Yusuf
Bachtiar, pemerhati politik Lamongan, Rabu (3/9/2014).
Yusuf mengatakan, siapa saja selain Debby sebagai ketua dewan, dinilai sebagai
bentuk strategi mengahpuskan aroma dinasti Fadeli. "Besar kemungkinan
Fadeli berkompromi dengan elit politik yang ada untuk mengajukan calon di luar
Debby, sehingga pemerintahan dinasti yang dibentuk Fadeli tidak terlihat,"
katanya.
Pria asli Lamongan ini menilai, pemilihan ketua dewan juga akan berdampak pada
Pilkada Lamongan 2015. Dua lembaga ini akan menjadi tombak terdepan untuk
memenangkan calon yang diusung Demokrat nantinya. Ia berharap, apapun yang
terjadi ke depan, tetap transparan dalam menjalankan tugas dan fungsinya
masing-masing.
"Jika benar ketua dewan yang terpilih nantinya hanya menjadi 'boneka'
dinasti Fadeli, maka transparansi itu tidak akan tercipta. Ini yang harus
dikawal oleh semua elemen masyarakat Lamongan. Karena dimana-mana ketika
dinasti itu terbangun, peluang korupsi maupun penyelewengan jabatan akan sangat
terbuka," jelasnya.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Airlangga menilai, munculnya
nama Kaharudin tidak bisa serta merta dibilang 'bonek' dinasti Fadeli.
Menurutnya, pemerintahan membutuhkan stabilitas politik. Hal itu bisa
diupayakan apabila antara eksekutif dan legislatif berada dalam lingkaran
politik yang sama.
Selain itu, jalinan kekuatan partai politik yang lainnya juga dinilai tidak
kalah pentingnya, untuk penyeimbang dari kepentingan eksekutif.
"Fraksi-fraksi lain di DPRD perlu memainkan peran yang signifikan sebagai
check and balance, sehingga penyelewengan kekuasaan bisa ditekan," kata
Fahrul Muzaqqi.
Ia mengatakan, Kaharudin sebagai Bendahara Partai Demokrat Lamongan memang
tidak bisa lepas dari pengaruh ketuanya Debby Kurniawan. Secara politis,
Kaharudin yang dinilai sangat kuat mengisis posisi ketua dewan adalah langkah
yang soft untuk menekan anggapan politik dinasti.
"Namun itu bisa dipahami dari pertimbangan kepentingan stabilitas politik
di Lamongan. Salah satunya diupayakan dari kesatuan visi dan kepentingan,"
tandasnya.
source: http://news.detik.com/jawatimur/2680427/jatah-kursi-ketua-dprd-lamongan-dianggap-boneka-dinasti-fadeli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar