Senin, 02 November 2015

KOMUNIKASI POLITIK DI LAMONGAN

KOMUNIKASI POLITIK DI LAMONGAN

Berbagai cara dilakukan para calon legislatif untuk menggalang massa dan dukungan salah satunya dengan memasang banner di jalan jalan dan ditempat tempat umum. Hal ini wajar dilakukan dan hampir sering kita jumpai ketika akan ada pemilihan. Ketika berbicara tentang komunikasi politik pastilah ada yang ingin disampaikan para calon legislatif ini melalui banner yang dipasang tersebut misalnya janji-janji atau slogan-slogan yang menonjolkan dirinya. Pada intinya para calon legislatif ini berlomba menampilkan citra baik mereka yang belum terbukti
.

Salah satu contoh yang saya ambil di lamongan adalah calon mujianto-sueb yang wajahnya terpampang di pojok perempatan di suatu jalan di daerah jantung kota
lamongan. Tempat yang strategis untuk memasang banner karena merupakan jalur utama kearah alun-alun kota lamongan. Calon yang satu ini berslogan “pejuang wong cilik, jujur dan merakyat” kata yang sangat wajar untuk calon yang akan maju dalam pemilihan bupati di lamongan pada tanggal 9 desember 2015 mendatang. Namun apakah efektif cara seperti ini ? saya rasa tidak karena, kebanyakan orang hanya sekilas melihat dan tidak semuanya akan mengerti bagaimana calon tersebut. Masyarakat tidak tahu bagaimana kepribadian atau sifat calon yang akan dipilihnya dan juga masyarakat kebanyakan acuh terhadap banner-banner tersebut. Selain itu, banner-banner seperti itu juga merusak keindahan kota terutama banner yang dipasang dengan paku di pohon-pohon yang pastinya merusak kerindangan pohon yang sejatinya adalah tanaman dan bukan reklame.

Komunikasi yang baik menurut saya yaitu melalui individu-individu yang dinaungi rasa kekeluargaan bisa dari seni,budaya,keagamaan, dan kepercayaan lainnya sehingga orang dapat mengerti.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar