WAWANCARA TOKOH POLITIK TENTANG ISU KEDINASTIAN FADELI DI
LAMONGAN
Dalam kesempatan ini saya akan mengulas tentang
kedinastian politik fadeli di lamongan. Saya mewawancarai beberapa orang nara
sumber namun saya memfokuskan data dari pak Timur Yulianto S.Pd. sebagai salah
satu pemerhati politik di kota lamongan yang bergabung dengan LSM yang namanya
tidak mau dipublikasikan.
Kapan atau Fadeli memulai dinastinya ? Bupati fadeli
terpilih pada 2010 yang mulai menempatkan dinastinya di DPRD lamongan pada 2014.
Ada 6 keluarga fadeli yang menduduki kursi di DPRD. Dua anaknya, Debby Kurniawan dan Betty Nurfi, lalu Retno Wardhani
(menantu) dan dua keponakannya, Nur Fathonah dan Nahdliyah, lolos sebagai
anggota DPRD Lamongan periode 2014-2019. Ini masih ditambah lolosnya Siti
Maskamah Mursyid, Caleg Demokrat Dapil I nomor urut 5. Ia merupakan seorang
istri pejabat kepala dinas di Pemkab Lamongan. Sedang Nur Fatonah merupkan
istri Debby Kurniawan yang tidak lain Ketua DPC Demokrat Lamongan.
Bagaimana keluarga fadeli bisa menduduki
tempat di pemerintahan ? ada beberapa kemungkinan mengapa politik dinasti
terbentuk di Lamongan maupun kabupaten lainnya. Pertama, karena keterbatasan
informasi penyelenggara pemilu terhadap calon legislatif (caleg) yang
seharusnya disebarluaskan ke pemilih. “Saya melihat pemilih sebenarnya tidak
senang terhadap praktek nepotisme. Tetapi mereka tidak diberi bekal informasi
(caleg) yang cukup, sehingga pemilih mencoblos caleg yang hanya mereka kenal
atau hanya tahu namanya saja,” katanya. Yang kedua mungkin intensiftas dari
pihak fadeli yang mempunyai banyak massa di lamongan dan juga financial yang
cukup baik.
Apa yang terjadi jika semua keluarga
fadeli ada di DPRD Lamongan ? Tentunya akan ada anggapan yang tidak enak dari
masyarakat dan menimbulkan pemikiran bahwa pemerintahan di lamongan bisa saja
condong hanya kepada kepentingan fadeli cs. Indikasi penyelewengan kewenangan
juga meningkat dengan adanya fadeli cs ini. Juga tidak menyangkat bahwa akan
adanya main-main dana di dalam pemerintahan di lamongan.
politik dinasti rentan dan berbahaya.
“Karena ini terkait masalah anggaran proyek yang diajukan oleh SKPD ke tingkat
DPRD. Mereka (SKPD) semakin dimudahkan mendapatkan anggaran karena yang
menelaah pengajuan anggaran itu adalah anggota legislatif yang merupakan
keluarganya sendiri,” ujarnya.
Bagaimana cara mengatasi masalah ini ?
untuk saat ini, pemerintah dan rakyat harus terus mengawal dan mengawasi
jalanya pemerintahan di kota lamongan. Kalau ada penyelewengan harus segera
diusut dan di selesaikan. Kita sebagai masyarakat hanya bisa mengawal dan
mengawasi karena semua dinasti yang dibentuk fadeli ini juga rakyat yang
memilihnya.
sekian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar